Tugas Terstruktur 12
Iqbal Anwar Al Azis
AE26
Bringing innovation to life through machines and creativity.
41324010028
Perencanaan Ide Bisnis / Usaha Sosial Berbasis Keberlanjutan
TAHAP I: ANALISIS MASALAH DAN IDEASI (MINGGU 1)
A. Identifikasi Masalah dan Peluang
1. Deskripsi Masalah
Masalah Utama:
Tingginya limbah plastik sekali pakai di lingkungan perkotaan dan rendahnya kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Apa yang Terjadi:
Sampah plastik rumah tangga dan UMKM (kemasan makanan/minuman) sebagian besar berakhir di TPA atau mencemari sungai dan laut karena:
-
Minimnya pemilahan sampah di sumber
-
Tidak adanya insentif ekonomi bagi masyarakat
-
Sistem daur ulang yang belum terintegrasi
Siapa yang Terdampak:
-
Masyarakat perkotaan (kesehatan & kualitas lingkungan)
-
Pemerintah daerah (beban TPA)
-
Lingkungan alam (pencemaran tanah dan air)
-
Pemulung dan pengelola sampah informal dengan pendapatan tidak stabil
Mengapa Ini Penting:
Masalah sampah plastik berdampak langsung pada kesehatan publik, perubahan iklim, dan keberlanjutan kota. Jika tidak ditangani, biaya lingkungan dan sosial akan jauh lebih besar di masa depan.
2. Potensi Pasar/Kebutuhan
Dari masalah tersebut muncul kebutuhan akan:
-
Sistem pengelolaan sampah yang mudah, menguntungkan, dan berkelanjutan
-
Produk daur ulang bernilai ekonomi
-
Model bisnis yang menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, dan industri daur ulang
Pasar potensial meliputi:
-
Rumah tangga perkotaan
-
UMKM kuliner
-
Pemerintah daerah
-
Industri yang membutuhkan bahan daur ulang
B. Pengembangan Ide Solusi Berkelanjutan
Tabel Komparasi Ide
| Nama Ide | Solusi yang Ditawarkan | Aspek Keberlanjutan | Keunikan / Nilai Jual |
|---|---|---|---|
| EcoLoop | Pengelolaan sampah plastik berbasis aplikasi & insentif ekonomi | Planet & People | Sistem poin digital dari sampah |
| PlastiCraft | Produk furnitur & kerajinan dari plastik daur ulang | Planet & Profit | Desain modern & custom |
| RecycleHub UMKM | Layanan pengambilan & pengolahan sampah plastik UMKM | People & Governance | Kemitraan UMKM & transparansi rantai pasok |
Pemilihan Ide Terbaik
Ide Terpilih: EcoLoop
Justifikasi Pemilihan:
-
Menangani masalah dari hulu (rumah tangga & UMKM)
-
Mudah diskalakan ke berbagai kota
-
Menggabungkan teknologi, insentif ekonomi, dan dampak lingkungan
-
Berbasis pendapatan, bukan donasi
TAHAP II: PERUMUSAN MODEL BISNIS DAN KEBERLANJUTAN (MINGGU 2)
A. Business Model Canvas (BMC)
1. Proposisi Nilai
-
Pengelolaan sampah plastik yang mudah, transparan, dan menguntungkan
-
Insentif ekonomi melalui poin digital yang dapat ditukar
-
Kontribusi nyata pada pengurangan sampah plastik
2. Segmen Pelanggan
-
Rumah tangga perkotaan
-
UMKM makanan & minuman
-
Perusahaan daur ulang
-
Pemerintah daerah (mitra)
3. Saluran (Channels)
-
Aplikasi mobile EcoLoop
-
Media sosial
-
Kerja sama komunitas & RT/RW
4. Hubungan Pelanggan
-
Program loyalitas berbasis poin
-
Edukasi berkelanjutan
-
Laporan dampak transparan
5. Sumber Pendapatan
-
Penjualan plastik terpilah ke industri daur ulang
-
Biaya layanan pengelolaan sampah UMKM
-
Kerja sama ESG perusahaan
6. Sumber Daya Utama
-
Aplikasi & sistem IT
-
Tim operasional
-
Armada pengangkutan
7. Aktivitas Kunci
-
Pengumpulan dan pemilahan sampah
-
Edukasi masyarakat
-
Pengolahan data dampak
8. Mitra Utama
-
Bank sampah
-
Industri daur ulang
-
Pemerintah daerah
9. Struktur Biaya
-
Operasional pengangkutan
-
Pengembangan aplikasi
-
Gaji tim
B. Indikator Keberlanjutan
1. Dampak Lingkungan (Planet)
-
Kg plastik yang dikumpulkan per bulan
-
Penurunan sampah ke TPA
-
Pengurangan emisi karbon (estimasi)
2. Dampak Sosial (People)
-
Jumlah masyarakat yang berpartisipasi
-
Pendapatan tambahan bagi mitra pengelola
-
Jam edukasi lingkungan
3. Dampak Ekonomi & Tata Kelola (Profit/Governance)
-
Persentase laba untuk pengembangan dampak
-
Transparansi rantai pasok
-
Laporan dampak publik tahunan
TAHAP III: ANALISIS KELAYAKAN DAN RENCANA AKSI (MINGGU 3)
A. Analisis Pasar dan Kompetitor
Ukuran Pasar & Tren
-
Tren ekonomi sirkular meningkat
-
Dukungan regulasi pemerintah
-
Kesadaran lingkungan masyarakat urban naik
Kompetitor
-
Bank Sampah Konvensional
-
Kelebihan: Jaringan luas
-
Kekurangan: Kurang digital & insentif terbatas
-
-
Startup Daur Ulang
-
Kelebihan: Teknologi
-
Kekurangan: Fokus B2B
-
Strategi Diferensiasi EcoLoop
-
Insentif digital
-
Pendekatan komunitas
-
Laporan dampak real-time
B. Proyeksi Keuangan Sederhana
Biaya Awal
-
Aplikasi & sistem: Rp15.000.000
-
Operasional awal: Rp10.000.000
-
Promosi: Rp5.000.000
Total: Rp30.000.000
Estimasi Pendapatan
-
Penjualan plastik: Rp8.000.000/bulan
-
Layanan UMKM: Rp5.000.000/bulan
Break Even Point
-
±4–5 bulan operasional
C. Rencana Implementasi (3–6 Bulan)
| Bulan | Aktivitas |
|---|---|
| 1 | Riset & prototipe aplikasi |
| 2 | Uji coba komunitas |
| 3 | Peluncuran terbatas |
| 4–6 | Evaluasi & ekspansi |
TAHAP IV: LAPORAN AKHIR DAN PRESENTASI (MINGGU 4)
A. Ringkasan Laporan Akhir
EcoLoop merupakan usaha sosial berbasis ekonomi sirkular yang mengintegrasikan teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan untuk menciptakan dampak jangka panjang.
B. Fokus Presentasi
-
50% Masalah & Solusi
-
50% Model Bisnis & Keberlanjutan
KESIMPULAN AKHIR
Usaha sosial yang berkelanjutan harus mampu:
-
Menyelesaikan masalah nyata
-
Memiliki model bisnis layak
-
Mengukur dampak secara transparan
EcoLoop menunjukkan bahwa keberlanjutan dan profitabilitas dapat berjalan beriringan.
Komentar
Posting Komentar