Tugas Mandiri 7
Iqbal Anwar Al Azis
AE26
Bringing innovation to life through machines and creativity.
41324010028
Observasi Proses Produksi dan Analisis Kelebihan serta Kekurangannya
A. Pendahuluan
Kegiatan produksi merupakan inti dari suatu usaha karena berhubungan langsung dengan penciptaan produk yang bernilai jual. Efektivitas proses produksi sangat menentukan kualitas produk, efisiensi biaya, dan kepuasan konsumen. Oleh karena itu, observasi terhadap proses produksi diperlukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada, serta merumuskan perbaikan berdasarkan prinsip manajemen produksi.
Observasi ini dilakukan pada usaha UMKM produksi roti rumahan yang berlokasi di lingkungan sekitar tempat tinggal. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara singkat dengan pemilik usaha.
B. Deskripsi Usaha dan Proses Produksi
1. Jenis Produk
Produk yang dihasilkan adalah roti manis rumahan dengan beberapa varian rasa seperti cokelat, keju, dan stroberi. Produk dipasarkan ke warung sekitar dan melalui pesanan langsung.
2. Tahapan Proses Produksi
Proses produksi roti dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu:
-
Penyiapan bahan baku (tepung, gula, ragi, telur, mentega)
-
Pencampuran adonan
-
Pengadukan dan pengulenan
-
Proses fermentasi (pengembangan adonan)
-
Pembentukan roti
-
Pemanggangan
-
Pendinginan
-
Pengemasan
3. Alur Kerja dan Layout Fasilitas
Layout produksi masih sederhana dan dilakukan di dapur rumah. Alur kerja belum sepenuhnya satu arah, namun mengikuti urutan proses produksi. Area pencampuran adonan, pemanggangan, dan pengemasan berada dalam satu ruangan yang sama sehingga jarak perpindahan bahan relatif dekat, tetapi berpotensi menimbulkan ketidakteraturan.
4. Penggunaan Sumber Daya
Tenaga kerja:
-
2 orang (pemilik usaha dan satu karyawan)
Bahan baku:
-
Tepung terigu, ragi, gula, telur, mentega, susu, dan bahan isian
Peralatan:
-
Mixer adonan
-
Oven gas
-
Loyang
-
Timbangan manual
-
Meja kerja
5. Sistem Pengendalian Mutu
Sistem pengendalian mutu masih bersifat sederhana dan dilakukan secara visual. Pemilik usaha memeriksa:
-
Warna roti (tidak gosong)
-
Tekstur (empuk)
-
Aroma dan rasa
Produk yang tidak sesuai standar tidak dijual kepada konsumen.
C. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Proses Produksi
1. Efisiensi Waktu dan Tenaga
-
Kelebihan: Proses produksi relatif cepat karena skala kecil dan jumlah tenaga kerja sedikit.
-
Kekurangan: Beberapa proses masih manual sehingga membutuhkan tenaga fisik lebih dan memperlambat produksi saat pesanan meningkat.
2. Kualitas Produk dan Konsistensi
-
Kelebihan: Kualitas rasa cukup baik dan disukai konsumen.
-
Kekurangan: Ukuran dan tingkat kematangan roti belum selalu konsisten karena belum menggunakan standar baku tertulis.
3. Pengelolaan Bahan Baku dan Limbah
-
Kelebihan: Bahan baku digunakan secara efisien dan jarang terbuang.
-
Kekurangan: Pencatatan stok bahan baku belum rapi dan limbah produksi belum dikelola secara terstruktur.
4. Penggunaan Teknologi dan Otomasi
-
Kelebihan: Sudah menggunakan mixer dan oven sehingga lebih efisien dibandingkan proses manual.
-
Kekurangan: Belum memanfaatkan teknologi digital untuk pencatatan produksi dan penjadwalan.
5. Sistem Dokumentasi dan Pelaporan
-
Kelebihan: Pemilik mengetahui jumlah produksi harian secara perkiraan.
-
Kekurangan: Tidak ada laporan tertulis mengenai jumlah produksi, cacat produk, dan biaya operasional.
D. Rekomendasi Perbaikan
Berdasarkan hasil observasi dan analisis, rekomendasi perbaikan yang dapat diterapkan antara lain:
-
Penerapan Kaizen (perbaikan berkelanjutan)
Melakukan evaluasi rutin terhadap proses produksi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. -
Perbaikan Layout Kerja
Menata ulang area kerja agar alur produksi lebih rapi dan satu arah untuk mengurangi waktu perpindahan. -
Penguatan Pengendalian Mutu
Menyusun standar kualitas tertulis terkait ukuran, warna, dan waktu pemanggangan roti. -
Digitalisasi Sederhana
Menggunakan catatan digital atau buku produksi untuk mencatat jumlah produksi, bahan baku, dan produk cacat. -
Pelatihan SDM
Memberikan pelatihan dasar tentang kebersihan, konsistensi produk, dan efisiensi kerja.
E. Kesimpulan
Berdasarkan observasi yang dilakukan, proses produksi pada usaha roti rumahan ini telah berjalan cukup baik untuk skala UMKM. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan terutama pada aspek konsistensi kualitas, dokumentasi, dan tata letak fasilitas. Dengan penerapan prinsip manajemen produksi secara sederhana dan berkelanjutan, usaha ini memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, kualitas produk, dan daya saing di pasar.
Komentar
Posting Komentar