Tugas Terstruktur 7
Iqbal Anwar Al Azis
AE26
Bringing innovation to life through machines and creativity.
41324010028
Rencana Operasional dan Prosedur Pengendalian Mutu Usaha
Jenis Usaha yang Dipilih
Usaha produksi makanan ringan keripik pisang skala UMKM.
A. Rencana Operasional Usaha
1. Deskripsi Produk dan Proses Produksi
Produk yang dihasilkan adalah keripik pisang renyah dengan beberapa varian rasa (original, balado, cokelat). Produk dikemas dalam kemasan plastik berlabel dengan berat bersih 100 gram.
Proses produksi meliputi:
-
Pemilihan dan sortasi pisang
-
Pengupasan dan pencucian
-
Pengirisan pisang
-
Penggorengan
-
Penirisan minyak
-
Pemberian bumbu
-
Pendinginan
-
Pengemasan
-
Pelabelan dan penyimpanan
2. Perencanaan Kapasitas dan Jadwal Produksi
-
Kapasitas produksi: 20 kg pisang mentah per hari
-
Hasil akhir: ± 12 kg keripik jadi
-
Hari produksi: 5 hari kerja per minggu
Contoh jadwal produksi harian:
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 08.00 – 09.00 | Persiapan bahan baku |
| 09.00 – 11.00 | Pengirisan & penggorengan |
| 11.00 – 12.00 | Penirisan & pendinginan |
| 13.00 – 14.30 | Pemberian bumbu |
| 14.30 – 16.00 | Pengemasan |
3. Alokasi Sumber Daya
Tenaga Kerja:
-
2 orang produksi
-
1 orang quality control & pengemasan
Bahan Baku:
-
Pisang kepok
-
Minyak goreng
-
Bumbu perasa
-
Plastik kemasan dan label
Peralatan:
-
Mesin pengiris pisang
-
Wajan dan kompor gas
-
Spinner peniris minyak
-
Timbangan digital
-
Sealer plastik
4. Layout Fasilitas dan Alur Kerja
Alur kerja satu arah untuk efisiensi:
-
Area bahan baku → area produksi → area pendinginan → area pengemasan → gudang produk jadi
Layout dibuat agar:
-
Tidak terjadi kontaminasi silang
-
Aliran kerja lancar
-
Proses mudah diawasi
5. Estimasi Biaya Operasional dan Waktu Siklus Produksi
Estimasi biaya harian (rata-rata):
-
Bahan baku: Rp250.000
-
Gas & listrik: Rp50.000
-
Tenaga kerja: Rp200.000
-
Kemasan: Rp75.000
Total: ± Rp575.000/hari
Waktu siklus produksi: ± 6–7 jam per batch
B. Prosedur Pengendalian Mutu (Quality Control)
1. Standar Kualitas Produk
-
Visual: warna kuning keemasan, tidak gosong
-
Tekstur: renyah, tidak berminyak
-
Rasa: sesuai varian, tidak pahit
-
Keamanan: bebas kotoran, kemasan tertutup rapat
2. Tahapan Inspeksi dan Metode Pengujian
| Tahap | Metode |
|---|---|
| Bahan baku | Pemeriksaan visual |
| Setelah penggorengan | Uji warna & kerenyahan |
| Setelah bumbu | Uji rasa |
| Produk akhir | Sampling kemasan |
3. Sistem Pencatatan dan Pelaporan Cacat
-
Setiap produksi menggunakan form inspeksi mutu
-
Jenis cacat dicatat (gosong, rasa tidak sesuai, kemasan bocor)
-
Data disimpan harian untuk evaluasi mingguan
Contoh cacat:
-
Overcooked
-
Bumbu tidak merata
-
Seal kemasan bocor
4. Tindakan Korektif dan Preventif
Tindakan korektif:
-
Produk cacat tidak dijual
-
Penyesuaian suhu minyak
-
Penggantian kemasan rusak
Tindakan preventif:
-
SOP tertulis di area produksi
-
Perawatan rutin alat
-
Pengawasan proses oleh QC
5. Peran Tim QC dan Pelatihan Karyawan
-
QC bertugas memeriksa mutu di setiap tahap
-
Karyawan diberi pelatihan:
-
Kebersihan dan sanitasi
-
Standar kualitas produk
-
Prosedur kerja aman
-
C. Pendekatan Manajemen Mutu
Penerapan PDCA
-
Plan: Menetapkan standar mutu dan target cacat <5%
-
Do: Melaksanakan produksi sesuai SOP
-
Check: Mengevaluasi hasil inspeksi
-
Act: Perbaikan proses produksi
Kaizen
Perbaikan dilakukan secara bertahap, misalnya:
-
Pengurangan waktu penggorengan
-
Perbaikan alur kerja agar lebih cepat
D. Visualisasi Pendukung (Deskriptif)
-
Diagram alur proses:
Bahan baku → Produksi → QC → Pengemasan → Produk jadi -
Form inspeksi mutu:
Tanggal | Batch | Jenis cacat | Jumlah | Tindakan -
Layout fasilitas:
Gudang bahan → Produksi → Pendinginan → Pengemasan → Gudang jadi
Kesimpulan
Rencana operasional dan prosedur pengendalian mutu pada usaha keripik pisang ini dirancang secara realistis sesuai prinsip manajemen produksi. Dengan penerapan sistem QC, PDCA, dan perbaikan berkelanjutan, usaha dapat menghasilkan produk yang konsisten, aman, dan berkualitas, serta meningkatkan daya saing di pasar.
Komentar
Posting Komentar